Praktek Kerja Lapangan Gempa Bumi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pewujudan masyarakat yang maju dan sejahtera.
Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan peningkatan Ilmu Pengetahuan di tiap – tiap daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju kemajuan di berbagai aspek pendidikan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, adalah sesuatu yang seharusnya disyukuri karena menjanjikan kemudahan bagi peningkatan peradapan manusia. Akan tetapi perkembangan ilmu pengetahuan juga menyembunyikan tantangan berupa sikap manusia atas laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
Sikap yang tidak tanggap atas laju perkembangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan akan mengasingkan manusia dari perkembangan peradapan, sementara itu pada kenyataannya muncul paradok atas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Paradok yang muncul seperti ditengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ada ketidak mampuan untuk mengakses teknologi yang ada karena kurangnya sarana penyampaian ilmu pengetahuan yang memadai.
Realitas perkembangan ilmu pengetahuan yang ada disikapi oleh pemerintah Yogyakarta dengan mencanangkan program pembangunan Taman Pintar guna mendekatkan jarak antara perkembangan teknologi dengan penyerapan ilmu pengetahuan oleh masyarakat secara umum. Konsep pembangunan Taman Pintar ditekankan pada ilmu pengetahuan eksakta yang merupakan basis perkembangan teknologi.
Kelompok sasaran dari taman pintar adalah anak–anak dari usia pra sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Rentang usia kelompok sasaran ini dipi9lih karena dipandang sebagai generasi penerus bangsa yang potensial untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Progam pembangunan Taman Pintar mempunyai arahan yang dirumuskan dalam wujud visi, misi, tujuan, dan tema serta motto Taman Pintar. Arahan progam pembangunan Taman Pintar sebagai acuhan dalam perencanaan, pelaksanaan fisik pembangunan hingga pengolahan Taman Pintar.
Taman pintar terdiri dari gedung kotak dan gedung oval. Fasilitas di gedung kotak antara lain warnet, warintek, tood court, dan exchibitional hall. Sedangkan gedung oval yang ditujukan untuk anak SD – SMA, terdapat berbagai fasilitas alat peraga dan bersebelahan dengan gedung bertingkat yang ditujukan untuk ruangan 3 dimensi dll.
Demo simulasi gempa merupakan bagian dari sarana demo yang ditunjukkan di Taman Pintar Yogyakarta. Demo simulasi Gempa ini merupakan demo untuk penanganan gempa dan berbagai masalah tentang gempa serta merupakan tanggap bencana dini. Demo Simulasi Gempa pada Taman Pintar terdisi dari berbagai tahap yang diantaranya, siaga terjadinya gempa, tindakan apabila gempa berlangsung serta tindakan setelah gempa berlangsung.
Adanya pengetahuan tentang berbagai media pembelajaran yang dilengkapi dengan cara pemakaiannya di Taman Pintar Yogyakarta merupakan materi yang harus ditempuh pada mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan merupakan kuliah wajib dengan bobot 1 sks. Kami memilih Taman Pintar disebabkan Taman Pintar dilengkapi dengan media-media pembelajaran yang berhubungan dengan ilmu fisika yang dapat memberikan pandangan kepada kami sebagai calon guru fisika untuk lebih kreatif menciptakan media pembelajaran yang nantinya digunakan untuk mengajar fisika.
1.2 Rumusan Masalah
~ Bagaimana proses simulasi gempa tersebut berlangsung?
~ Apa yang dimaksud dengan pengertian gempa bumi?
~ Apa saja yang menyebabkan terjadinya gempa bumi?
~ Apa saja macam-macam gempa bumi yang terjadi?
~ Sejarah – sejarah terjadinya gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21 diseluruh belahan dunia?
~ Tindakan-tindakan kesiapsiagaan yang perlu dilakukan sebelum terjadinya gempa bumi?
~ Tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi?
~ Tindakan yang dilakukan setelah gempa bumi berlangsung?
~ Pihak – pihak terkait dalam penanggulangan bencana?
1.3 Tujuan
Tujuan Praktek Kerja Lapangan
1. Tujuan Umum
a. Mengetahui secara umum sejarah Taman Pintar , fasilitas yang ada, serta berbagai pengetahuan yang ada didalamnya.
b. Mengetahui barbagai saint / percobaan yang ada didalamnya khususnya yang mengandung fisika..
2. Tujuan Khusus
a. Mengamati dan mempelajari bagaimana cara kerja “Simulasi Gempa” yang ada di dalam Taman Pintar.
b. Mengetahui proses dan tahapan Simulasi Gempa tersebut.
c. Mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah kedalam situasi dan teori tentang Simulasi Gempa tersebut.
1.4 Manfaat
~ Mengetahui proses simulasi gempa dilakukan.
~ Dapat memahami apa yang dimaksud dengan pengertian gempa bumi.
~ Dapat mengetahui apa saja penyebabkan terjadinya gempa bumi.
~ Mengetahui Sejarah – sejarah terjadinya gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21 diseluruh belahan dunia.
~ Dapat melakukan tindakan-tindakan kesiapsiagaan yang perlu dilakukan sebelum terjadinya gempa bumi.
~ Dapat melakukan tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.
~ Dapat memahami dan melakukan tindakan yang harus dilakukan setelah gempa bumi berlangsung.
~ Mengetahui Pihak – pihak terkait dalam penanggulangan bencana.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Taman Pintar
Sejak terjadinya ledakan perkembangan sains sekitar tahun 90-an, terutama Teknologi Informasi, pada gilirannya telah menghantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas. Perkembangan sains ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan tentunya menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia.
Menghadapi realitas perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan “Taman Pintar”. Disebut “Taman Pintar”, karena di kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi.
Dengan Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri.
Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan Gedung Agung.
Relokasi area mulai dilakukan pada tahun 2004, dilanjutkan dengan tahapan pembangunan Tahap I adalah Playground dan Gedung PAUD Barat serta PAUD Timur, yang diresmikan dalam Soft Opening I tanggal 20 Mei 2006 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo.
Pembangunan Tahap II adalah Gedung Oval lantai I dan II serta Gedung Kotak lantai I, yang diresmikan dalam Soft Opening II tanggal 9 Juni 2007 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo dan Menristek, Kusmayanto Kadiman, serta dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Pembangunan Tahap III adalah Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia. Dengan selesainya tahapan pembangunan, Grand Opening Taman Pintar dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
2.1 Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Penulis mengamati secara langsung proses Simulasi Gempa, dimulai dari, tahap siaga dini adnya Gempa sampai hal – hal yang diperhatikan apabila terjadi Gempa Bumi.
2. Wawancara
Penulis melakukan diskusi mengenai berbagai hal dalam bidang Gempa Bumi, bersama staf – staf ahli yang ada di Taman Pintar tersebut.
3. Studi pustaka
Penulis mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik buku maupun sumber-sumber yang lain.
BAB III
HASIL PENGAMATAN
Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan penulis berlangsung dari tanggal 20 juli 2009 – 23 Juli 2009. Pelaksanaan PKL dimulai dari hari senin sampai sabtu, dengan jam kerja dimulai pukul 07.00 – 17.00 wib. Hasil Kegiatan yang dilakukan selama PKL, yaitu meliputi :
1. Mencatat sejarah berdirinya perusahaan Quik serta bagaimana proses kerja dan penanganan limbah tersebut.
2. Mencatat sejarah berdirinya Kraton Yogyakarta serta apa saja yang terdapat dalam Kraton tersebut
3. Mencatat sejarah berdirinya Musium Dirgantara serta apa saja yang ada didalamnya dan bagai mana cara kerja pesawat – pesawat tersebut.
4. Mencatat sejarah berdirinya Taman Pintar, serta percobaan apa saja yang terdapat didalamnya khususnya yang mengandung fisika.
Dalam hal imi penulis memfokuskan pada kegiatan pengamatan di dalam taman pintar, yang mana penulis membahas tentang Simulasi Gempa. Adapun data hasil pengamatan kami adalah:
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat di tahan oleh lempeng tektonik tersebut. Proses pelepasan energi berupa gelombang elastis yang disebut gelombang seismik atau gempa yang sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap benda benda atau bangunan di permukaan bumi. Besarnya kerusakan tergantung dengan besar dan lamanya getaran yang sampai ke permukaan bumi. Selain itu juga tergantung dengan kekuatan struktur bangunan.
Para ahli gempa mengklasifikasikan gempa menjadi dua katagori, gempa intra lempeng (intraplate) dan antar lempeng ( interplate). Gempa intraplate adalah gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri, sedangkan gempa interplate terjadi di batas antar dua lempeng .
Sebenarnya gempa bumi terjadi setiap hari, namun kebanyakan tidak terasa oleh manusia , hanya alat seismograph saja yang dapat mencatatnya dan tidak semuanya menyebabkan kerusakan . Di Indonesia gempa merusak terjadi 3 sampai 5 kali dalam setahun.
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu:
Serta tindakan-tidakan apa saja yang harus dilakukan apabila kita menghadap gempa dan bagai mana penanganan gempa tersebut dan apa saja yang harus dilakukan apabila gempa tersebut datang yang dibahas dalam lembar pembahasan.
BAB IV
PEMBAHASAN
1. Proses Berlangsungnya Simulasi Gempa
Simulasi diawali dengan bunyi sirene, yang mana ini menandakan gempa bumi tersebut terjadi sehingga kita diminta untuk menyelamatkan diri keluar ruangan
Pada tahap kedua pendamping Apalagi, guru pendamping memperagakan simulasi gempa tersebut, dengan pura-pura terjatuh. Sedangkan yang lain memapah yang terjatuh tersebut untuk dibawa ke tempat lain yang lebih aman.
Suasana simulasi semakin mencekam, ketika terdengar suara takbir dan istigfar serta ada suara seseorang yang sedang memanjatkan doa agar semua umat manusia selamat dan bencana gempa segera usai. Beberapa orang pun memeragakan cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa serta memberi pertolongan kepada keluarga serta orang-orang yang dirasa membutuhkan.
2. Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu.
3. Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga
4. Macam-macam gempa bumi menurut penyebab utamanya
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu:
Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan. Tiap tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di dalam bumi.
Gambar Proses Terjadinya Gempa Tektonik
- a. Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kearah yang saling berlawanan . Pada tahap ini terjadi akumulasi energi elastis.
- b. Pada tahap ini mulai terjadi deformasi sesar,karena energi elastis makin besar.
- Pada tahap ini terjadi pelepasan energi secara mendadak sehingga terjadi peristiwa yang disebut gempa bumi tektonik.
- Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat keseimbangannya kembali. Pergeseran ini kian lama menimbulkan energi-energi stress yang sewaktu waktu terjadi pelepasan energi yang mendadak. Peristiwa inilah yang disebut gempa tektonik yaitu peristiwa pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam batuan sepanjang sesar atau patahan seperti terlihat dalam gambar.
Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.
Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi potensial yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan tambang akibat runtuhnya dinding atau terowongan pada tambang-tambang bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di sekitar daerah runtuhan, namun dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah longsor itu sendiri.
Gempa Jatuhan
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata surya kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor cukup besar. Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.
kawah terletak dekat Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13 km akibat kejatuhan meteorite 50.000 tahun yang lalu dengan diameter 50 m.
Gempa Buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamit di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran namun efek getarannya sangat local.
`
5. Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21
- 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
- 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
- 3Januari 2009 – Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
- 12 September 2007 – Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
- 9 Agustus 2007 – Gempa bumi 7,5 Skala Richter
- 6 Maret 2007 – Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas.
- 27 Mei 2006 – Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
- 8 Oktober 2005 – Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
- 26 Desember 2004 – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
- 26 Desember 2003 – Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
- 21 Mei 2002 – Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
- 26 Januari 2001 – India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
- 21 September 1999 – Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
- 17 Agustus 1999 – barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
- 25 Januari 1999 – Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
- 30 Mei 1998 – Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
- 17 Januari 1995 – Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
- 30 September 1993 – Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
- 12 Desember 1992 – Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
- 21 Juni 1990 – Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
- 7 Desember 1988 – Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
- 19 September 1985 – Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
- 16 September 1978 – Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
- 4 Maret 1977 – Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).
- 28 Juli 1976 – Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
- 4 Februari 1976 – Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
- 29 Februari 1960 – Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
- 26 Desember 1939 – Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
- 24 Januari 1939 – Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
- 31 Mei 1935 – Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
- 1 September 1923 – Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa
7. Tindakan kesiapsiagaan
Merencanakan kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya mencakup perencanaan fisik bangunan belaka. Setiap orang dalam rumah sebaiknya tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi bila situasi darurat terjadi.
Prinsip rencana siaga untuk rumah tangga :
~ Rencana darurat rumah tangga dibuat sederhana sehingga mudah diingat oleh seluruh anggota keluarga. Bencana adalah situasi yang sangat mencekam sehingga mudah mencetus kebingungan. Rencana darurat yang baik hanya berisi beberapa rincian saja yang mudah dilaksanakan.
~ Tentukan jalan melarikan diri – Pastikan Anda dan keluarga tahu jalan yang paling aman untuk keluar dari rumah saat gempa. Jika Anda berencana meninggalkan daerah atau desa, rencanakan beberapa jalan dengan memperhitungkan kemungkinan beberapa jalan yang putus atau tertutup akibat gempa.
~ Tentukan tempat bertemu – Dalam keadaan anggota keluarga terpencar, misalnya ibu di rumah, ayah di tempat kerja, sementara anak-anak di sekolah saat gempa terjadi, tentukan tempat bertemu. Yang pertama semestinya lokasi yang aman dan dekat rumah. Tempat ini biasanya menjadi tempat anggota keluarga bertemu pada keadaan darurat. Tempat kedua dapat berupa bangunan atau taman di luar desa, digunakan dalam keadaan anggota keluarga tidak bisa kembali ke rumah. Setiap orang mestinya tahu tempat tersebut.
Prinsip rencana siaga untuk sekolah :
Sama dengan prinsip rencana siaga di rumah tangga. Gedung sekolah perlu diperiksa ketahanannya terhadap gempa bumi. Sebaiknya sekolah dibangun berdasarkan standar bangunan tahan gempa. Anak-anak sekolah perlu sering dilatih untuk melakukan tindakan penyelamatan diri bila terjadi gempa, misalnya sekurangkurangnya 2 kali dalam setahun.
Menyiapkan rumah tahan gempa :
~ Minta bantuan ahli bangunan. Tanyakan tentang perbaikan dan penguatan rumah seperti serambi, pintu kaca geser, garasi, dan pintu garasi. Setidaknya ada bagian rumah yang tahan gempa sebagai titik atau ruang berlindung.
~ Periksa apakah fondasi rumah Anda kokoh
~ Jika mempunyai saluran air panas dan gas, pastikan tertanam dengan kuat. Gunakan sambungan pipa yang lentur.
~ Letakkan barang yang besar dan berat di bagian bawah rak dan pastikan rak tertempel mati pada tembok
~ Simpan barang pecah-belah di bagian bawah rak atau lemari yang berlaci dan dapat dikunci
~ Gantungkan benda berat seperti gambar, lukisan, dan cermin jauh dari tempat tidur, sofa atau kursi dimana orang duduk
~ Segera perbaiki kabel-kabel yang rusak dan sambungan gas yang bocor
~ Perbaiki keretakan-keretakan pada atap dan fondasi rumah, dan pastikan hal itu bukan karena kerusakan struktur
~ Pasang pipa air dan gas yang lentur untuk menghindari kebocoran air dan gas
~ Simpan racun serangga atau bahan yang berbahaya dan mudah terbakar di tempat aman, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak
~ Hiasan gantung dan lampu diikat kuat agar tidak jatuh pada saat gempa.
~ Bila memungkinkan sediakan kasur gulung di dekat tempat-tempat tertentu sebagai alat pengaman kejatuhan barang dari atas
~ Menyediakan helm dekat dengan tempat kerja atau tempak tidur Anda dan gunakan segera ketika terjadi gempa
8. Tindakan-tindakan apabila terjadi gempa bumi:
1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!
7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10. Saya menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
9. Tindakan setelah gempa bumi berlangsung
Saat Anda dan keluarga terlepas dari ancaman akibat gempa awal. Periksa adanya luka. Setelah menolong diri, bantu menolong mereka yang terluka atau terjebak. Hubungi petugas yang menangani bencana, kemudian berikan pertolongan pertama jika memungkinkan. Jangan coba memindahkan mereka yang luka serius karena justru bisa memperparah luka.
Periksa keamanan. Periksa hal-hal berikut setelah gempa Api atau ancaman kebakaran. Kebocoran gas – tutup saluran gas jika diduga bocor dari adanya bau dan jangan dibuka sebelum diperbaiki oleh ahlinya. Kerusakan saluran listrik – matikan meteran listrik. Kerusakan kabel listrik – menjauhlah dari kabel listrik sekalipun meterantelah dimatikan. Barang-barang yang jatuh di dalam lemari (saat Anda membukanya). Periksa pesawat telepon – pastikan telepon pada tempatnya
Lindungi diri Anda dari ancaman tidak langsung dengan memakai celana panjang, baju lengan panjang, sepatu yang kuat, dan jika mungkin juga sarung tangan. Ini akan melindungi Anda dari luka akibat barang-barang yang pecah.
Bantu tetangga yang memerlukan bantuan. Orang tua, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan orang cacat mungkin perlu bantuan tambahan. Mereka yang jumlah anggota keluarganya besar juga memerlukan bantuan tambahan pada keadaan darurat. Pembersihan. Singkirkan barang-barang yang mungkin berbahaya, termasuk pecahan gelas, kaca, dan obat-obatan yang tumpah.
Waspada dengan gempa susulan. Sebagian besar gempa susulan lebih lemah dari gempa utama. Namun, beberapa dapat cukup kuat untuk merobohkan bangunan yang sudah goyah akibat gempa pertama. Tetaplah berada jauh dari bangunan. Kembali ke rumah hanya bila pihak berwenang sudah mengumumkan keadaan aman. Gunakan lampu senter.
Jangan gunakan korek api, lilin, kompor gas atau obor Gunakan telepon rumah hanya dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa Nyalakan radio untuk informasi, laporan kerusakan atau keperluan relawan di daerah Anda Kondisikan jalan bebas rintangan untuk mobil darurat
10 Pihak – pihak terkait dalam penanggulangan bencana:
Dalam setiap kejadian bencana di Indonesia ada beberapa pihak yang bekerja sama dalam melakukan usaha-usaha penanganannya. Adalah hak masyarakat untuk menghubungi instansi terkait ini karena keberadaan pihakpihak ini adalah untuk mendampingi masyarakat dalam usaha penanggulangan bencana. Hubungan dengan pihak-pihak ini sebaiknya dijalin dalam tahap sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan dan bantuan dari instansi/organisasi dibawah ini :
Dinas Sosial
Adalah instansi Pemerintah yang menangani bidang kesejahteraan dalam membantu masyakakat yang dilanda bencana.
Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Bisa memberi pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang operasi di lapangan.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
Adalah instansi Pemerintah yang memberi informasi tentang perkembangan cuaca, gempa bumi dan kegiatan gunung berapi.
Search and Rescue (SAR)
Adalah lembaga yang bertugas dalam hal melakukan pencarian, pertolongan
dan penyelamatan terhadap orang yang mengalami musibah atau diperkirakan hilang dalam suatu bencana.
Rumah Sakit (Unit Gawat Darurat)
Adalah instansi pemerintah maupun swasta yang memiliki kapasitas/kewenangan
dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat luas. Dalam hal penanganan bencana, rumah sakit melakukan penanganan korban bencana baik dalam penanganan penderita gawat darurat maupun tindakantindakan perawatan korban bencana secara berkelanjutan.
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
Adalah instansi pemerintah yang memiliki tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan di tingkat lapisan masyarakat terkecil, dan instansi ini memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan-tindakan penanganan penderita gawat darurat sebelum dilakukan evakuasi selanjutnya ke rumah sakit.
Polisi Daerah
Adalah instansi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam hal keamanan dan
ketertiban masyarakat sekaligus memiliki fungsi sebagai pihak yang melakukan
tindakan-tindakan yang bersifat darurat dalam penanganan bencana di masyarakat. Instansi kepolisian biasanya ada di setiap tingkatan masyarakat hingga yang terkecil.
Hansip / Linmas
Adalah kelompok masyarakat yang ditugaskan untuk membantu tugas kepolisian dalam melakukan pengamanan wilayah domisili tugas mereka. Kelompok ini terdiri dari anggota-anggota masyarakat terpilih dan dipercayai untuk melakukan pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban wilayah.
Palang Merah Indonesia (PMI)
Adalah lembaga yang bertugas untuk membantu masyarakat dalam meringankan penderitaan masyarakat yang dilanda bencana.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
LSM lokal bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam menanggulangi bencana dan membantu masyarakat untuk membina hubungan ke luar.
Media Massa
Media Massa Cetak maupun Elektronik (televisi dan radio) bisa menyebarkan berita tentang bencana dan bisa membantu untuk mencari bantuan.
Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB)
Terdiri atas anggota-anggota masyarakat yang pembentukannya adalah hasil dari keputusan masyarakat bersama.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari pembahasan laporan yang berjudul “Simulasi Gempa, Taman Pintar Yogyakarta ” dapat disimpulkan bahwa:
Taman pintar yogyakarta sebagai objek wisata pendidikan sebuah wahana untuk berekspresi, berekreasi dan bereksperimen dalam suasana yang menyenangkan untuk masyarakat umum.
Simulasi gempa merupakan bagian dari sarana demonstrasi yang ada di Taman Pintar Yogyakarta, simulasi gempa merupakan demo peraga gempa yang berfungsi untuk menjelaskan tentang proses terjadinya gempa, antisipasi gempa, berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya gempa, macam-macam gempa, tindakan-tindakan kesiapsiagaan yang perlu dilakukan, tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi gempa, pihak – pihak terkait dalam penanggulangan gempa serta tindakan-tindakan yang dilakukan setelah gempa bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu: Gempa Tektonik, Gempa Vulkanik, Gempa Runtuhan, Gempa Jatuhan, Gempa Buatan
Saran
Dari pembahasan laporan yang berjudul “ Simulasi Gempa, Taman Pintar Yogyakarta ” penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun bagi kesempurnaan laporan ini, dengan adanya laporan ini diharapkan supaya pengetahuan mengenai Taman Pintar Yogyakarta terutama mengenai media-media pembelajaran karena berkaitan sebagai calon guru agar lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran dan bermanfaat untuk semua pihak.